Kacang Sembunyi Banjarbaru

Kacang Sembunyi May Lov, Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kota Banjarbaru!

Siapa sangka ternyata kacang tanah yang saat ini kita nikmati berasal jauh dari sisi bumi yang berbeda. Tepatnya pada abad ke-17 pedagang-pedagang Spanyol, Cina, atau Portugis membawa kacang tanah dari Brazilian menuju Indonesia dalam pelayaran dari Meksiko menuju Maluku.

Indonesia salah satu negara tropis yang menjadi tempat terbaik untuk menanam kacang tanah. Jenis biji-bijian ini tidak pernah absen dari pasar tradisional manapun.

Faktanya beberapa daerah di Kalimantan adalah penghasil kacang tanah yang berlimpah. Melihat kemudahan yang ada, sayang sekali apabila tidak diolah menjadi camilan yang memiliki nilai jual yang tinggi.

Inilah yang membuat tangan ibu-ibu kreatif di Kampung Berseri Astra (KBA) Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru tergerak untuk mengolahnya. Kacang tanah disulap menjadi sebuah camilan yang unik bernama “Kacang Sembunyi May Lov”.

Baca Juga : Take Me Back To Liwa, Perjalanan Panjang Menuju Lampung Barat!

Ada apa dibalik nama “Kacang Sembunyi May Lov” Khas Kota Banjarbaru?

Kacang Sembunyi Banjarbaru
Bahan-bahan Kacang Sembunyi Banjarbaru.

Semua itu bermula dari kacang tanah yang diselimuti oleh adonan tepung. Secara kasat mata mungkin camilan ini tidak terlihat ada kacangnya, itulah yang membuatnya dinamakan “Kacang Sembunyi”.  Sedangkan untuk kata “May Lov” berasal dari nama anak si ibu pembuat panganan ini.

“Kacangnya kan tidak terlihat jadi dinamakan kacang sembunyi, kalau “May Lov” itu nama anak saya”, jelas Ibu Mufti sambil tersenyum.

Begitu sederhana proses pemilihan nama camilan unik ini. Selain itu proses pembuatannya pun cukup sederhana.

“Pembuatannya mudah kok, pertama buat adonan tepung yang nanti dijadikan selimut. Kemudian gulung kacang pada adonan dan tempelkan menggunakan putih telur. Tinggal digoreng deh”, lanjut Ibu Mufti.

Hanya bermodal membeli kacang tanah seharga Rp 35.000-Rp37.000/kg dan tepung terigu seharga Rp12.000. Mereka membungkus dengan ukuran 250g dan menjualnya Rp 10.000-Rp 20.000/bungkus.

Baca Juga : Cara Menuju Pulau Togean, Salah Satu Surganya Indonesia!

Kacang Sembunyi Banjarbaru
Warga Kota Banjarbaru sedang berkumpul menceritakan camilan hasil buatannya.

Selain kacang sembunyi, ada berbagai macam camilan lain yang cocok untuk teman ngobrol, mulai dari kacang jaruk, peyek kacang, stik ubi ungu, keripik pisang nesgul, dan stik bawang. Tidak hanya membelinya, kamu juga bisa melihat langsung proses pembuatan camilan khas Kota Banjarbaru ini.

Melalui ide kreatif para ibu rumah tangga yang dituangkan ke dalam camilan ini, secara tidak langsung meningkatkan perokonimian warga sekitar dari industri kacang sembunyi. Para ibu ini menjalankan usaha rumahan dengan produksi berbagai makanan ringan khas Banjar yang wajib kamu coba kalau pergi ke kota yang dilintasi banyak sungai ini.

Baca Juga : 6 Tempat Wisata Karimunjawa yang Wajib Kamu Kunjungi!

Tidak hanya sekadar membuat olahan camilan, UMKM di KBA Syamsudin Noor juga sudah memiliki perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi produk halal dari Dinas Kesehatan setempat. Keseriusan ini mereka lakukan demi tak hanya demi memajukan ekonomi keluarga, tetapi juga menopang ekonomi kampungnya.

Kegiatan yang harus dikembangkan dan dicontoh untuk warga di daerah lain. Membuat hal kecil seperti kacang tanah menjadi sesuatu yang unik dan memiliki nilai jual. Ada makanan unik apa di daerahmu? Yuk, share di kolom komentar.

One comment on “Kacang Sembunyi May Lov, Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kota Banjarbaru!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *