Kampung Berseri Astra Rappocini

Kecamatan Rappocini, Ketika Sampah Jadi Berkah!

“Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”, pepatah yang tepat dilekatkan untuk para penduduk Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan. Berawal dari ‘Pinisi’-nya yang menjadi kebanggan Indonesia, kini menurun kepada ‘Rappocini’, sebuah wilayah yang berhasil menjadi cerminan lingkungan hidup yang berkualitas.

Rappocini merupakan satu-satunya daerah Kampung Berseri Astra di kota Makassar. Saat ini, gelar tersebut disandang oleh Rappocini, dengan lingkungan hidupnya yang berkualitas; bersih, sehat, produktif, dan berpendidikan.

Mens Sana In Corpore Sano,” jelas Decimus Iunius Juvenalis dalam Satire X, merupakan motto yang cocok untuk warga Rappocini. Pasalnya, di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat, dan juga sebaliknya; bagaikan tercermin dari warga Rappocini melalui kebiasaan ‘menabung sampah’.

Baca Juga : Mengintip Kekayaan Budaya di Desa Wisata Tanon Semarang!

Bank Sampah Warga Rappocini

Bank-Sampah-Makassar
Bank-Sampah-Makassar

Sejak inisiasi Bank Sampah dari program Kampung Berseri Astra beberapa tahun silam, warga Rappocini menjadi pelit dalam membuat sampah di luar tempat sampah milik masing-masing.

Wajar saja, sejak program tersebut, sampah menjadi salah satu pendapatan bagi warga, contohnya Bank Sampah Agangta, salah satu Bank Sampah di Rappocini yang saat ini memiliki 196 nasabah, dan tiap Sabtu bisa sampai 20 orang yang menukar sampah dengan uang sebesar Rp 100.000 sampai Rp 500.000, hebat bukan?

Jadi, sesuai dengan ‘Mens Sana In Corpore Sano’, melalui lingkungan yang minim sampah, membuat tingkat kesehatan meningkat; jiwa pun menjadi kuat, karena kendala dompet bisa dibantu tabungan sampah saat kepepet.

Selain sehat, warga Rappocini juga memiliki hidup yang berwarna. Bukan warna lika-liku kehidupan ya, melainkan kehidupan sehari-hari di pemukiman yang berwarna. Setiap lorong –sebutan untuk gang– di Kampung Berseri Astra Rappocini, kini dihiasi dengan mural.

Nah, jadi kalau kalian berkunjung ke Rappocini, pastinya hidung kalian akan dimanjakan dengan aroma tanpa sampah dan mata kalian dimanjakan dengan mural sepanjang jalan.

Lingkungan yang bersih dan keren tampaknya masih kurang bagi warga Rappocini. Mereka juga mempunyai program masyarakat untuk menjaga kualitas kesehatan.

Di sana, terdapat Poskeskel (Pos Kesehatan Kelurahan), pos ini merupakan salah satu tempat untuk penyuluhan pola hidup sehat bagi masyarakat Rappocini, dan juga bisa sebagai tempat konsultasi dalam masalah kesehatan yang dialami warga.

Selain itu, juga terdapat Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) yang selalu siap menjaga kesehatan generasi penerus di Rappocini.

Baca Juga : “Kacang Sembunyi May Lov” Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kota Banjarbaru!

Jaga Kanal Kecamatan Rappocini

Jaga Kanal Rappocini
Jaga Kanal Kecamatan Rappocini

Sebagai bagian dari wilayah lahirnya Pinisi, Rappocini juga memiliki aliran air (kanal) di sepanjang Jl. Rappocini Raya. Selain kebersihan pemukiman, warga Rappocini juga menjaga kebersihan kanal, melalui JaKa (Jaga Kanal).

Jaga Kanal merupakan perahu sapu kanal yang disediakan pemerintah karena tingginya partisipasi warga Rappocini dalam membersihkan kanal.

Bantuan ini diberikan oleh pemerintah setempat sejak tahun 2017, jadi saat ini warga tidak perlu capek-capek membersihkan kanal dengan drum plastik, melainkan bisa dilakukan dengan ‘berlayar’ sepanjang kanal.

Baca Juga : Take Me Back To Liwa, Perjalanan Panjang Menuju Lampung Barat!

Dari upaya-upaya yang dilakukan warga Rappocini dalam menjaga lingkungan, bersih dan sehat seperti harga mati bagi mereka.

Budaya hidup bersih di Kecamatan Rappocini dapat menjadi cerminan bagi daerah lain dalam mewujudkan kehidupan yang berkualitas. Lantas, marilah kita jaga kebersihan dan kesehatan sebagai bagian dari budaya Indonesia.

 

Tabik,

 

Artha

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *