Kota Liwa - rhomandeef.com

Take Me Back To Liwa, Perjalanan Panjang Menuju Lampung Barat!

Liwa adalah salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Kabupaten Liwa berada di Lampung Barat ini merupakan contoh perkebunan terbaik baik di Provinsi Lampung maupun skala nasional.

Produk kopi paling keren dari sini konon adalah kopi beraroma ginseng dan pinang. Sementara dari lokasi perkebunan di Danau Ranau, kopi yang terkenal adalah kopi luwak liwa.

Baca Juga : Cara Menuju Pulau Togean, Salah Satu Surganya Indonesia!

Rhoman dan Ardini
Menunggu KA KRAKATAU, Tn. Abang – Merak

Nah, kali ini saya bersama Dini akan melakukan perjalanan yang menurut saya jauh sekali karena menempuh jalur darat dan laut dari Jakarta menuju Kabupaten Liwa, Lampung Barat.

Perjalanan kami mulai dari Stasiun Tanah Abang dengan menggunakan KA Krakatau yang saat ini sudah nggak melayani jalur Tanah Abang – Merak. Sayang sekali padahal ini jalur favorit saya untuk menuju ke Lampung.

Kereta berangkat hari Jum’at sekitar jam 22.30, karena ini perjalanan malam. Kami gunakan perjalanan kereta ini dengan istirahat. Capek oy abis kerja seharian.

Rhoman dan Ardini
Suasana KA Krakatau, sepi ya.

Tak terasa sampailah kami di Stasiun Merak sekitar jam 2 pagi. Karena kapal penyebrangan selalu tersedia jadi kami langsung melanjutkan perjalanan menuju kapal.

Perjalanan dari Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni menghabiskan waktu sekitar 3 jam dengan kondisi normal ya. Kalau misalkan hujan atau kondisi cuaca kurang bagus mungkin akan lebih.

Saat menaiki kapal saya agak kaget, ternyata ada eskalator loh di dalam kapal. Kejadian yang belum saya temukan di perjalanan sebelumnya. Dengan tiket kapal murah, hanya 15rb saja, sudah ada eskalator pula.

Ada 2 pilihan ingin menunggu di ruang tunggu atau ruangan khusus lesehan. Karena butuh istirahat, akhirnya kami memilih untuk cari tempat tidur lesehan AC dan harus menambah 10rb lagi per orang. Sebenarnya di luar juga nyaman kok cuma tergantung ga semua kapal ada ruang tunggu yang nyaman. (Mungkin sekarang sudah nyaman semua).

Rhoman dan Ardini
Pelabuhan Bakauheni

Nah, tepat ketika Adzan Subuh berkumandang, diumumkan pula kapal bersiap bersandar ke Pelabuhan Bakauheni. Cuma proses sandar kapal agak lama, bisalah untuk sholat subuh dulu.

Sesampainya di Pelabuhan Bakauheni Lampung, tujuan utama kami adalah nyari sarapan. Karena perjalanan masih panjang, masih butuh sekitar 3 jam-an untuk sampai di Terminal Rajabasa.

Jadi, isi tenaga sebelum melanjutkan tidur yang tertunda. Selama perjalanan ini kami sengaja puas-puasin tidur karena perjalanan dari Bandar Lampung menuju Liwa, kami bakal nggak tidur. Touring naik motor bro.

Sampailah kita di Terminal Rajabasa
Sampailah kita di Terminal Rajabasa

Ohiya, kami janjian untuk dijemput oleh akamsi (anak kampung sini) di Terminal Rajabasa. Nah, dari sinilah kami kumpul untuk siap melakukan touring sekitar 6 jam menuju Liwa di Lampung Barat. Yap, seperti perjalanan JKT – Sukabumi naik motorlah.

Baca Juga : Ini Dia 5 Tempat Wisata Favorit Di Sukabumi, Alternatif Liburan Dekat Ibu Kota!

Sampailah kami di TKP sekitar jam 10 pagi dan langsung di ajak kerumah Tarmin untuk sekedar makan dan istirahat sambil menunggu teman yang lain. Total ada 8 orang yang berangkat dari Bandar Lampung menuju Liwa Lampung Barat.

Berhubung saya dari Jakarta emang nggak bawa motor, jadi kami minjem motornya Tarmin (ssstt ini motor inventaris kantor ternyata). Awas lu min gua cepuin wkwwkw

Touring Bandar Lampung - Liwa
Touring Bandar Lampung – Liwa

Ketika semua personel sudah lengkap, mulailah kami semua melakukan perjalanan menuju Liwa. Kami mengejar waktu supaya lewat dari Kotabumi sebelum Magrib. Alasannya apa lagi kalo bukan begal, orang asli Lampung aja takut begal. Apalagi saya yang nggak tahu kondisi lapangan.

Ternyata guys, sedih ya jalanan di Lampung. Saingannya sama truk-truk gede, mana jalan masih banyak lubang, debu pula. Semoga segera diperbaiki deh.

Alhamdulillah, kami sampai tepat waktu sebelum magrib melewati Kotabumi dan istirahat sejenak di POM Bensin Bukit Kemuning apa kalo nggak salah.

Barulah kami mulai track malem sampai ke Liwa, dengan cahaya minim dan ngantuk. Lebih parahnya sepanjang jalan kampung yang kami lewati dalam kondisi mati lampu. Hanya beberapa rumah saja yang memiliki genset bisa menikmati aliran listrik.

Sampailah, kami semua di rumah Sulasmin yang akan menemani kami selama di Liwa. Ohiya, ini masih dalam kondisi mati lampu loh guys dan itu belum hidup sampai kami mulai melakukan pendakian menuju Gunung Seminung. Sedih ya kalo nggak ada listrik.

Bersama anak-anak Tagana Liwa
Bersama anak-anak Tagana Liwa

So, malam ini kami istirahat dulu guys hingga keesokan hari siap melakukan pendakian menuju Gunung Seminung. Ohiya, sebelum melakukan pendakian itu paginya kita ke Bukit Kabut Bawang Bakung atau yang juga dikenal Bukit Geredai dulu.

Tunggu cerita selanjutnya ya guys…

 

02 comments on “Take Me Back To Liwa, Perjalanan Panjang Menuju Lampung Barat!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *